Pemanfaatan Limbah Kulit Bawang Merah menjadi Pestisida Nabati melalui Pelatihan Pada Kelompok Tani Tuah Sakato di Nagari Alahan Panjang
DOI:
https://doi.org/10.58192/karunia.v5i3.5536Keywords:
Botanical Pesticide, Circular Economy, Community Empowermen, Farmer Group, Shallot Skin WasteAbstract
Limbah kulit bawang merah merupakan salah satu residu yang dihasilkan dari kegiatan pasca panen di pusat produksi bawang merah Nagari Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Di Kelompok Petani Tuah Sakato, limbah ini belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga nilai tambah bagi kelompok tersebut terbatas dan berpotensi berkontribusi pada masalah lingkungan. Masalah ini perlu mendapat perhatian karena budidaya bawang merah masih bergantung pada input eksternal, termasuk pestisida, sementara sumber daya lokal yang tersedia masih kurang dimanfaatkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok petani dalam mengolah limbah kulit bawang merah menjadi pestisida nabati dan untuk mendorong penggunaannya kembali sebagai input pertanian melalui pendekatan ekonomi sirkular. Mitra sasaran adalah Kelompok Petani Tuah Sakato di Nagari Alahan Panjang, yang melibatkan 20 peserta. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan belajar praktik, praktik langsung dalam produksi pestisida nabati, aplikasi produk yang dihasilkan di lahan bawang merah, pendampingan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa pestisida nabati yang berasal dari limbah kulit bawang merah berhasil diproduksi dan diaplikasikan di lahan mitra. Evaluasi pengetahuan dari 20 peserta menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 14% pada pra-tes menjadi 94% pada pasca-tes, yang mewakili peningkatan sebesar 85,11%.
References
Arun, C., & Sivashanmugam, P. (2015). Investigation of biocatalytic potential of garbage enzyme and its influence on stabilization of industrial waste activated sludge. Process Safety and Environmental Protection, 94, 471–478. https://doi.org/10.1016/j.psep.2014.10.001
Febrianto, E. B., Efendi, Z., Walmadri, W., Roosmawati, F., Sinaga, B. M., & Afriandi, A. (2023). Use of used mineral water bottle waste as a media for hydroponic spinach planting: Pemanfaatan limbah botol air mineral bekas sebagai media tanam hidroponik pakcoy. DEDIKASI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 45–53. https://www.ejurnal.itsi.ac.id/index.php/JAD/article/view/211
Hadiah, F., Cundari, L., Afrah, B. D., Sari, T. I., Fitri, R. F., Gayatri, R., & Anggraini, D. (2025). Integrasi pembuatan eco-enzyme sebagai pestisida dan pupuk organik terhadap pertumbuhan tanaman di Desa Muara Penimbung Kabupaten Ogan Ilir. Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS, 3(3), 781–791. https://doi.org/10.59407/jpki2.v3i3.2348
Holik, A., Khirzin, M. H., & Laksanawati, T. A. (2024). Implementasi teknologi hidroponik metode Nutrient Film Technique dengan sistem monitoring Internet of Things untuk pemberdayaan masyarakat Desa Kaligung Banyuwangi. Jurnal ABDINUS: Jurnal Pengabdian Nusantara, 8(3), 711–721. https://doi.org/10.29407/ja.v8i3.23604
Ibnusina, F. (2026). Efektivitas penggunaan POC kotoran ayam metode brewing dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan produksi sawi hijau. Agrivet: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner), 14(1), 203–217.
Illahi, A. K., Kurniasih, D., Sari, D. A., & Karmaita, Y. (2023). Analisis kualitas eco-enzyme dari berbagai bahan dasar kulit buah untuk pertanian berkelanjutan. AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 7(1), 76–81. https://doi.org/10.32585/ags.v7i1.3675
Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2017). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Alfabeta.
Maryanti, E., Putri, M. W. J. P., Simanjuntak, G. O., Cahayani, A., & Hevio, M. M. F. (2024). Pemanfaatan limbah kulit bawang merah dan kulit bawang putih sebagai pestisida nabati pada Desa Tapak Gedung Kabupaten Kepahiang. Dharma Raflesia: Jurnal Ilmiah Pengembangan dan Penerapan IPTEKS, 22(1), 93–106.
Nath, A., Kumar, S., Dutta, A., & Chandra, R. (2014). Effect of waste derived bio-enzyme on agricultural soil quality and crop productivity. International Journal of Environmental Science and Technology, 11, 1–8.
Putra, R. P., & Sari, M. (2022). Pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi eco-enzyme sebagai solusi pengelolaan sampah berkelanjutan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(4), 421–428.
Sadh, P. K., Duhan, S., & Duhan, J. S. (2018). Agro-industrial wastes and their utilization using solid state fermentation: A review. Bioresources and Bioproducts, 3(3), 179–189. https://doi.org/10.21967/jbb.v3i3.164
Simatupang, E. R. B., Simajuntak, P., Hutagaol, O. N., Marpaung, D. M., Tumanggor, A. W., Harefa, M. S., & Hidayat, S. (2025). Efektivitas pestisida nabati yang dihasilkan dari limbah bawang merah terhadap pengendalian hama pada tanaman padi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(3), 37917–37924.
Tang, F. E., & Tong, C. W. (2011). A study of the garbage enzyme's effects in domestic wastewater. World Academy of Science, Engineering and Technology, 60, 1143–1148.
Vama, L., & Cherekar, M. N. (2020). Production, extraction and uses of eco-enzyme using citrus fruit waste: Wealth from waste. Asian Journal of Microbiology, Biotechnology and Environmental Sciences, 22(2), 346–351.
Yunita, S., Hatiyah, Hafifah, Rahman, A., Safitri, R. N., Kamaliyyah, R., Hidayat, M. T., & Mariani. (2023). Pembinaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan pemanfaatan limbah organik (eco-enzyme) di Desa Pabaan. Jalujur: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 15–22.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








