GEBETAN: Gerakan Edukasi Terpadu untuk Mencegah Pernikahan Dini dan Perilaku Berisiko di Desa Buyat 1
DOI:
https://doi.org/10.58192/karunia.v5i3.5199Keywords:
Basic Life Support, Early Marriage, Integrated Education Movement, Society, TeenagersAbstract
The Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) of Post 21 was implemented in Buyat 1 Village and State Vocational High School 1 Kotabunan to improve adolescent and community health through educational, promotive, and preventive approaches. The main problems identified included early marriage, smoking behavior, substance abuse risks among adolescents, low implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), limited knowledge of Basic Life Support (BLS), insufficient physical activity, and lack of routine health examinations. The program adopted the GEBETAN (Integrated Education Movement) concept through several activities, including education on early marriage prevention, smoking and narcotics awareness, PHBS promotion for children, BLS training for students, environmental health and nutrition education using local food innovation, healthy walking and exercise activities, and community health screening. The implementation showed increased knowledge, awareness, and active participation among students and community members regarding healthy lifestyles and early disease detection. Support from village authorities, health centers, schools, and the community contributed to program success. Overall, this KKN program positively influenced health awareness and encouraged sustainable healthy behaviors in Buyat 1 Village, making it a relevant model for continuous community service programs.
References
BPS Sulawesi Utara. (2023). Provinsi Sulawesi Utara dalam Angka 2023. Manado: BPS.
Dewi, S.H. et al. (2023). Persepsi remaja tentang bahaya merokok. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. (2023). Profil Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara. (2022). Profil Kesehatan Sulawesi Utara.
Hasnah, F. (2024). Sosialisasi bahaya rokok pada remaja. Jurnal Abdidas.
Hayu, R. et al. (2023). Sosialisasi dampak pernikahan dini terhadap remaja. Jurnal Pengabdian Masyarakat.
Indawati, Y., Said, S. U., Ismaniyah, M. R., Yuha, W., & Kusuma, F. D. (2024). Faktor dan dampak pernikahan dini dalam perspektif undang-undang perkawinan. Indonesian Journal of Social Sciences and Humanities, 4(1), 80-91.
Lewa, E.D. et al. (2023). Penyuluhan PHBS dan skrining kesehatan pada remaja. Jurnal Pengabdian Masyarakat.
Liesmayani, E. E., Nurrahmaton, N., Juliani, S., Mouliza, N., & Ramini, N. (2022). Determinan kejadian pernikahan dini pada remaja. Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT), 2(1), 55-62.
Nurhikmah, N., Carolin, B. T., & Lubis, R. (2021). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pernikahan Usia Dini Pada Remaja Putri. Jurnal Kebidanan Malahayati, 7(1), 17-24.
Putri, R.N. et al. (2024). Edukasi kesehatan dampak pernikahan dini sebagai upaya pencegahan stunting. Community Development Journal.
Sunarno, R.D. et al., (2023). Edukasi PHBS pada anak usia dini. Jurnal Pengabdian Masyarakat.
Suryawan, N.W. et al. (2022). Hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku merokok remaja. Jurnal Profesi Kesehatan Masyarakat.
Tampubolon, E. P. L. (2021). Permasalahan perkawinan dini di Indonesia. Jurnal Indonesia Sosial Sains, 2(5), 465434.
Wahyuni, R. & Nisa, A.K. (2024). Penyuluhan dampak pernikahan dini terhadap kesehatan mental remaja. Journal of Services and Community Empowerment.
Wowor, J. S. (2021). Perceraian akibat pernikahan dibawah umur (usia dini). Jurnal Indonesia Sosial Sains, 2(5), 465407.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








