Sahabat Tanpa Bullying di Sekolah: Program Penguatan Perilaku Positif di Kelas V SDN 36 Kota Bengkulu
DOI:
https://doi.org/10.58192/karunia.v4i4.4069Keywords:
Bullying, Elementary School, Empathy, Positive Behavior, SocializationAbstract
This community service activity aimed to strengthen the capacity of Percik staff and Sobat Anak facilitators through basic sign language training in collaboration with the Sahabat Tuli Salatiga community. Inclusive multicultural education requires educators and facilitators to be able to engage all children, including those with hearing disabilities. The Sobat Anak Program initiated by Percik Salatiga promotes interfaith and multicultural education for children from diverse backgrounds; however communication barriers remain due to facilitators’ limited knowledge of sign language. The community service employed a needs assessment, participatory training sessions, and evaluation using pre-test and post-test analyzed through N-Gain scores. The results show an N-Gain value of 0.79, categorized as high, with an effectiveness level of 78.89%. These findings indicate that basic sign language training is effective in improving participants’ understanding in supporting more inclusive multicultural educational practices. This activity highlights the importance of collaboration between higher educations, civil society organizations and disability communities in advancing the No One Left Behind principle within inclusive education initiatives.
References
Alvarez, L., & Molina, R. (2020). Student-centered anti-bullying intervention and its impact on elementary school well-being. Journal of Child Behavioral Studies, 12(3), 155–168.
Anggraeni, A., Neviyarni, N., Zen, Z., & Hendrizal, H. (2024). Pemanfaatan perkembangan sosial dalam pembelajaran di sekolah dasar. Indonesian Research Journal on Education.
Aulia, L. R., Kholisoh, N., Rahma, V. Z., Rostika, D., Sudarmansyah, R., & Pendidikan, J. (2024). Pentingnya pendidikan empati untuk mengurangi kasus bullying di sekolah dasar.
Katyana, W. (2019). Buku panduan melawan bullying. Nuha Medika.
Kemendikbudristek. (2023). Panduan pencegahan kekerasan dan bullying di satuan pendidikan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2021). Laporan tahunan perlindungan anak di sekolah tahun 2021. KemenPPPA.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Panduan penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar. Kemendikbudristek.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia, & Federasi Serikat Guru Indonesia. (2023). Data kasus bullying di sekolah Indonesia menunjukkan tren meningkat dari tahun ke tahun.
Mahendra, Y. T., & Lestari, W. P. (2023). Integrasi pendidikan karakter dalam pencegahan kekerasan di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Anak Indonesia, 7(1), 45–59.
Opdenakker, M.-C., & Minnaert, A. (2014). Learning environment experiences in primary education.
Putri, D. A., Harun, K., & Yuliana, R. (2024). Implementasi program sekolah ramah anak sebagai upaya pencegahan bullying. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 6(1), 77–88.
Putri, M. A., Hidayat, R., & Samputra, F. (2021). Efektivitas program empati interpersonal terhadap peningkatan perilaku prososial siswa sekolah dasar. Jurnal Psikologi Perkembangan, 9(2), 120–130.
Rahmadana, S., & Yusuf, H. M. (2023). Safe space sebagai strategi preventif bullying pada anak usia sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak, 5(4), 301–312.
Sari, R. N., & Amin, N. (2022). Pengaruh pendidikan empati terhadap penurunan perilaku bullying di sekolah dasar. Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia, 13(2), 89–98.
Tewa, T. A. (2023). Teresia Aflinggia Tewa.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




