Dilema Keberlanjutan Ruang Publik: Tata Kelola Wisata Pantai Losari
DOI:
https://doi.org/10.58192/ebismen.v5i3.5257Keywords:
Urban tourism destination, tourism economics, sustainable development, Tourism Destination Management Performance, Losari BeachAbstract
This study aims to analyze the sustainable management of marine tourism at Losari Beach, Makassar City. Employing a mixed-methods approach with a dominant qualitative design, data were collected through stakeholder interviews, field observations, documentation, and a survey of 50 visitors. The findings reveal that while management efforts-such as facility maintenance and regulatory supervision-are currently in place, their overall effectiveness is compromised by environmental sanitation issues. Notably, 64% of respondents rated coastal cleanliness as requiring significant improvement. Supporting factors include strategic location, strong local government support, and high tourist interest; conversely, key inhibitors comprise anthropogenic environmental pressures and coastal sedimentation resulting from land reclamation. Through the application of Sustainable Tourism Integrated Case Analysis (STICA), this study establishes a theoretical foundation demonstrating that the governance of tourism in densely populated urban areas requires institutional integration, rather than merely improvements to physical infrastructure. Economically, efficient governance remains imperative for enhancing destination competitiveness and regional revenue. This study underscores the need to strengthen multi-stakeholder collaboration and enforce environmental regulations to ensure long-term, sustainable economic benefits for the local community.
References
Achmad, F., Abdillah, I. T., & Amani, H. (2023). Analisis pengelolaan kawasan pesisir secara terpadu di Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 7(1), 19–30.
Alimi, R., & Darwis, R. S. (2023). Penerapan community based tourism di desa wisata mengarah pada keberlanjutan lingkungan. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 4(2), 436–443.
Allokendek, M. L., Rondonuwu, D. M., & Sela, R. E. (2024). Kajian awal pengembangan wisata bahari berkelanjutan di kawasan pesisir perkotaan Manado. Jurnal Spasial, 13(4), 690–700.
Amaliyanti. (2025). Strategi pengelolaan lingkungan pesisir berkelanjutan sebagai upaya pengembangan ekonomi Desa Karama, Kab. Polewali Mandar. Sustainability, 11(1), 1–14.
Amsari, S., Harahap, I., & Nawawi, Z. M. (2024). Transformasi paradigma pembangunan ekonomi: Membangun masa depan berkelanjutan melalui perspektif ekonomi syariah. Ekonomis: Journal of Economics and Business, 8(1), 729–738.
Burhanuddin. (2016). Integrasi ekonomi dan lingkungan hidup dalam pembangunan yang berkelanjutan. EduTech, 2(1), 11–17.
Chatra, A., Dirna, F. C., Alhakim, R., Pujiriyani, D. W., Rosardi, R. G., Maulinda, I., Octaviani, T., Efitra, E., Hudang, A. K., & Latif, E. A. (2025). Potensi dan sektor unggulan ekonomi desa. PT Star Digital Publishing.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications. https://archive.org/details/researchdesigno000unse
Daulay, Z. A. A. (2018). Strategi pengembangan ekonomi kreatif dengan metode Triple Helix (Studi pada UMKM kreatif di Kota Medan). Jurnal Ekonomi Kreatif, 1(2), 45–58.
Dinas Pariwisata Kota Makassar. (2023). Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP) Dinas Pariwisata Kota Makassar Tahun 2023. Pemerintah Kota Makassar.
Erwinsyah, E. (2021). Peluang ekonomi hijau dan ketrampilan hijau menuju netral karbon Indonesia tahun 2060. JABE (Journal of Applied Business and Economic), 8(2), 159–181.
Everett, T., Ishwaran, M., Ansaloni, G. P., & Rubin, A. (2010). Economic growth and the environment (Defra Evidence and Analysis Series No. 2). Department for Environment, Food and Rural Affairs.
Fachry, M. E. (2021). Maritime tourism supports improved welfare of coastal communities in South Sulawesi. Torani Journal of Fisheries and Marine Science, 4(1), 16–28.
Fadhilla, G. (2020). Analisis pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap kualitas lingkungan hidup [Skripsi, Universitas Negeri Makassar].
Gani, M. A. A. (2020). Analisis kepuasan wisatawan terhadap objek wisata bahari di Kota Makassar [Skripsi, Universitas Negeri Makassar].
Hajrah, A. (2016). Pengelolaan sumberdaya pesisir yang berkelanjutan bagi pengembangan kawasan pesisir di Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar [Skripsi, IAIN Alauddin Makassar].
Hidayat, N. K., Sari, D. L., & Pramudita, D. (2024). Prospek ekonomi biru untuk mendukung capaian Sustainable Development Goal (SDG) 14. Dalam Akselerasi Menuju Ekonomi Indonesia yang Hijau, Inklusif, dan Unggul: Pemikiran 100 Ekonom Indonesia (hlm. 99–112). Gramedia.
Huybers, T., & Bennett, J. (2003). Environmental management and the competitiveness of nature-based tourism destinations. Environmental and Resource Economics, 24(3), 213–233.
Jamika, F., Monica, F., Razak, A., & Kamal, E. (2023). Dampak reklamasi pantai dan tambang pasir terhadap ekosistem laut serta masyarakat pesisir. Jurnal Ilmu Lingkungan, 5(2), 112–125.
Khoirudin, I. (2017). Analisis kinerja Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam mendukung pembangunan objek wisata bahari di Kabupaten Pesisir Barat tahun 2015 (Studi kasus Pantai Tanjung Setia) [Skripsi, Universitas Lampung].
Kurniawan, I., Amriani, L., & Sadriani, A. (2024). Analisis pengaruh pembangunan berkelanjutan pada bidang ekowisata dalam meningkatkan perekonomian dan daya tarik Kota Makassar. Jurnal Pariwisata Perkotaan, 1(1), 1–6.
Marton, F. (1981). Phenomenography-Describing conceptions of the world around us. Instructional Science, 10(2), 177–200.
Nurmalasari, Y. (1999). Analisis pengelolaan wilayah pesisir berbasis masyarakat. Jurnal Pesisir dan Kelautan, 1(1), 1–8.
Rijal, S., Salam, N., Idrus, R., & Randy, M. Y. (2024). South Sulawesi sustainable marine tourism: Analysis of the economic value of tourism in coastal areas and small islands. Journal of Sustainable Tourism and Marine Resources, 8(2), 45–58. https://doi.org/10.61707/v7akr433
Rocio, H., & Cinta, O. J. P. (2023). Peran manajemen dalam pariwisata berkelanjutan: Pendekatan analisis bibliometrik. Jurnal Manajemen Pariwisata, 2(1), 15–28.
Rocio, H. G., Jaime, O. C., & Cinta, P. C. (2023). The role of management in sustainable tourism: A bibliometric analysis approach. Sustainability, 15(12), Article 9712. https://doi.org/10.3390/su15129712
Rondonuwu, C. V., Tarore, R. C., & Mastutie, F. (2020). Kajian perubahan penggunaan lahan di kawasan pesisir Kota Manado (Studi kasus: Kecamatan Malalayang, Sario, dan Wenang). Jurnal Spasial: Perencanaan Wilayah dan Kota, 7(1), 134–143.
Sodikin. (2020). Hukum lingkungan. Penerbit Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Sudarmo, A. P. (2020). Marine tourism benefit from economic perspective (Case in Pari Island, Indonesia). Journal of Marine Economics, 1(3), 105–111.
Sukirno, S. (2021). Pengantar teori mikroekonomi (Ed. 3). PT RajaGrafindo Persada.
Supriyanto, E. E. (2022). Blue tourism: Treating marine ecosystems and increasing local economic value. Journal of Coastal Tourism, 16(2), 138–148.
Tanjung, G. S., Pujiyanto, M. A., Farichah, L., & Anggraini, F. E. (2022). Potensi sektor pertanian dalam prioritas pembangunan ekonomi Kabupaten Belitung. Jurnal Pembangunan Wilayah, 4(1), 22–34.
Tenricapa, S., & Barus, L. S. (2022). Evaluasi kebijakan, tindakan, dan antisipasi dampak dari kenaikan muka air laut dan bencana di kawasan wisata Pantai Losari, Kota Makassar sebagai kota pesisir. Jurnal Penataan Ruang, 17(1), 34–42. https://doi.org/10.12962/j2716179x.v17i1.11214
Wati, E. P. (2018). Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dalam pembangunan yang berkelanjutan. Bina Hukum Lingkungan, 3(1), 119–126.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







