Analisis Pengaruh Judi Online dan Pinjaman Online terhadap Tingkat Perceraian di Kota Depok

Authors

  • Rizqi Al Fahri Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i Jember
  • Sabilul Muhtadin Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i Jember

DOI:

https://doi.org/10.58192/sidu.v5i3.5283

Keywords:

Divorce, Family Resilience, Maqasid Al-Syariah, Online Lending, Urban Muslim Society

Abstract

This study examines the influence of online gambling and online lending on divorce rates among the urban Muslim community in Depok City and analyzes the phenomenon from the perspective of maqasid al-syariah. The rapid expansion of the digital economy has improved access to financial services but has also created social risks that threaten family resilience. A normative-juridical approach with qualitative descriptive analysis was employed using library research. Data were collected from statutory regulations, the Compilation of Islamic Law, reports of the Depok Religious Court, government publications, and relevant academic literature. The findings indicate that online gambling and online lending significantly contribute to marital conflicts by causing financial instability, loss of trust, psychological distress, and weakened family relationships. From the perspective of maqasid al-syariah, these practices contradict the protection of religion (hifz al-din), life (hifz al-nafs), intellect (hifz al-aql), lineage (hifz al-nasl), and property (hifz al-mal). The study concludes that digital economic vulnerabilities pose serious threats to family resilience and marital stability. Strengthening Islamic financial literacy, digital awareness, and collaboration among government institutions, religious leaders, and society is essential to reduce divorce associated with online gambling and online lending.

References

Ahmad, A., Yusuf, A. M., Ahmad, A. A., & Shahira, N. (2024). Keluarga dalam ancaman judi online: Tinjauan hukum Islam dan peran pemerintah. Prosiding Seminar Nasional Hukum Keluarga Islam. https://prosiding.stdiis.ac.id/index.php/hki/article/view/98

Al Khisam, A. F. A., & Ulya, Z. (2026). Dampak judi online terhadap pemenuhan hak istri dan hak anak di Desa Tenggor Kabupaten Gresik perspektif teori kebutuhan dasar dan maqāṣid al-sharī'ah. Jurnal Darussalam: Jurnal Ilmiah Keislaman, Sosial, dan Budaya, 27(1).

Al-Qurthubi. (n.d.). Al-Jāmi' li aḥkām al-Qur'ān.

Almanhaj.or.id. (n.d.). Jauhi judi supaya Anda tidak rugi. https://almanhaj.or.id/5701-jauhi-judi-supaya-anda-tidak-rugi.html

Amartha. (n.d.). Apakah utang memengaruhi kesehatan mental? https://amartha.com/blog/pendana/money-plus/apakah-utang-mempengaruhi-kesehatan-menta

Ariyanto, A. N. (2026). Perilaku kecanduan judi online pada sebagian kalangan mahasiswa. Jurnal Ilmiah Nusantara (JINU), 3(2).

Auliani, N., Salzabil, A. Z., & Rahma, A. (2025). Pengaruh pinjaman online terhadap stabilitas keuangan rumah tangga. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 3(1).

CNBC Indonesia. (2023, October 10). Warga RI pakai pinjol buat judi online, OJK buka suara. https://www.cnbcindonesia.com/tech/20231010104305-37-479323/warga-ri-pakai-pinjol-buat-judi-online-ojk-buka-suara

Fasa, D. F. (n.d.). Literature review: Dampak fenomena judi online terhadap kesehatan mental. Universitas Airlangga. https://repository.unair.ac.id/134971/1/Dhiyaa%20Fadillah%20Fasa_112111133070_Artikel.pdf

Halodoc. (n.d.). Bahaya judi online: Risiko dan cara menghindarinya. https://www.halodoc.com/artikel/bahaya-judi-online-risiko-dan-cara-menghindarinya

Jamaludin, L., Sihabudin, S., & Fauji, R. (2024). Pengaruh fenomena judi online dan pinjaman online terhadap pengelolaan keuangan pribadi di kalangan masyarakat. JEMSI (Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi), 6(5). https://doi.org/10.38035/jemsi.v6i5.5094

Kementerian Agama Republik Indonesia. (n.d.). Al-Qur'an dan terjemahannya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2024, January 2). Putus akses lebih dari 800 ribu konten, gerak cepat Menteri Budi Arie berantas judi online.

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. (2022). Catatan tahunan kekerasan terhadap perempuan tahun 2022 (CATAHU 2022). Komnas Perempuan.

Lembaga Bantuan Hukum Jakarta. (n.d.). Terjerat pinjaman online, 1.330 korban mengadu ke LBH Jakarta. https://bantuanhukum.or.id/terjerat-pinjaman-online-1330-korban-mengadu-ke-lbh-jakarta/

Lianawati, M., Saputra, D., Asmarani, A., & Suhara, T. (2024). Representasi fenomena pinjaman online dalam series PayLater (Studi kasus pada representasi pinjaman online tokoh Tika dalam series PayLater). Jurnal COMOJO, 1(2).

Media Indonesia. (2024). Kasus perceraian di Depok meningkat 70 persen karena judi online dan pinjol. https://mediaindonesia.com/megapolitan/681231/kasus-perceraian-di-depok-70-persen-disebabkan-judi-online-dan-pinjol

Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Infografis survei nasional literasi dan inklusi keuangan tahun 2022. https://ojk.go.id

Otoritas Jasa Keuangan. (n.d.). Informasi dan edukasi perlindungan konsumen terkait fintech lending.

Pengadilan Agama Kota Depok. (2024). Putusan Nomor 0123/Pdt.G/2024/PA.Dpk.

Pengadilan Agama Kota Depok. (2024). Data perkara perceraian Pengadilan Agama Kota Depok tahun 2021–2023.

Program Studi D4 Manajemen Informatika Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya. (n.d.). Pinjaman online (Pinjol): Regulasi OJK dan perkembangan teknologi credit scoring di Indonesia. https://terapan-ti.vokasi.unesa.ac.id/post/pinjaman-online-pinjol-regulasi-ojk-dan-perkembangan-teknologi-credit-scoring-di-indonesia

Relkos, S. (2025). Ketidakharmonisan keluarga membahayakan perkembangan psikososial anak usia dini. DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(2).

Republik Indonesia. (1974). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Republik Indonesia. (1991). Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam.

Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Riyanto, G. P. (2026, June 15). Jumlah pengguna internet Indonesia 2026 tembus 235 juta, cuma naik 6 juta. Kompas.com.

Shadri, Z., & Eva, Y. (2025). Judi online sebagai pemicu perceraian. Sakena: Jurnal Hukum Keluarga, 10(2).

Sularno, M., & Akbar, M. A. (2018). Pinjaman online dalam fikih muamalah: Menganalisis implikasi Fatwa DSN-MUI No. 117/DSN-MUI/IX/2018. https://doi.org/10.58326/jurnallisyabab.v4i2.191

Tempo. (2023, December 29). Kilas balik 2023: Lebih dari 1.600 pinjol ilegal dihentikan Satgas PASTI dan OJK.

Tribun Depok. (2024, June 28). Angka perceraian melonjak drastis di Depok, 70 persen disebabkan judi online dan pinjol.

Umam, M. N. K. (2024). Family harmony in the perspective of Islamic economics: Financial management as a pillar of welfare. ILTIZAMAT: Journal of Economic Sharia Law and Business Studies, 4(1).

Yulianto, D. (2024). Analisis kejahatan ekonomi dalam praktik pinjaman online: Dampak terhadap masyarakat dan strategi penanggulangan. Syntax Admiration, 5(12). https://doi.org/10.46799/jsa.v5i12.1888

Zakih, M. (2024). Pengaruh faktor ekonomi dalam kasus perceraian terhadap putusan Pengadilan Agama di Jember (Studi kasus Putusan PA Jember Nomor 4318/Pdt.G/2023/PA.Jr.). Jurnal Cahaya Mandalika, 5(2).

Downloads

Published

2026-09-01

How to Cite

Rizqi Al Fahri, & Sabilul Muhtadin. (2026). Analisis Pengaruh Judi Online dan Pinjaman Online terhadap Tingkat Perceraian di Kota Depok. Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora Dan Ilmu Pendidikan, 5(3), 01–17. https://doi.org/10.58192/sidu.v5i3.5283