Analisis Campur Kode Pada Tayangan Video Ulasan Makanan Di Konten Tiktok @Farida.Nurhan: Kajian Sosiolinguistik

Authors

  • Amanda Kurnia Dwi Putri Universitas Jambi
  • Sophia Rahmawati Universitas Jambi
  • Kenza Abelia Syaiputri Universitas Jambi
  • Fanny Arizal Universitas Jambi
  • Ade Bayu Saputra Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.58192/sidu.v5i2.4544

Keywords:

Code-Mixing, Food Review, Farida Nurhan, Sociolinguistics, Tiktok

Abstract

This study aims to describe the forms of code-mixing and to identify the factors causing its occurrence in food review videos on the TikTok account @farida.nurhan. A descriptive qualitative approach was applied using qualitative content analysis as its method. Data were collected from eight food review videos uploaded during January–March 2026 through listening and note-taking techniques. Data analysis followed the interactive model of Miles et al. (2014), comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. The theoretical framework applied was Suandi's classification of code-mixing types (in Tyas et al., 2023) and Suwito's (1985) theory of code-mixing forms. The findings identified 36 instances of code-mixing distributed across three types: outer code mixing (26 data, 72.2%), inner code mixing (8 data, 22.2%), and hybrid code mixing (2 data, 5.6%). The forms of code-mixing found include words, phrases, hybrid words (baster), reduplicated words, idioms, and clauses. The factors contributing to code-mixing include: (1) the speaker's cultural background, (2) the use of terminology more popular among young audiences, (3) informal and spontaneous speech situations, (4) the speaker's desire to explain and interpret messages to the audience, and (5) the heterogeneous characteristics of the interlocutors. This study affirms that code-mixing in Farida Nurhan's speech is not merely an incidental linguistic variation, but rather a reflection of the speaker's socio-cultural identity and an effective communication strategy for reaching a diverse audience in the digital age.

References

Ab'ror, R. K., Rahmi, M. N., Sulistia, Vauqanuri, Z. M., & Darianto. (2025). Analisis campur kode dalam takarir video berjualan baju di "TikTok Shop": Kajian sosiolinguistik. Jurnal Cahaya Edukasi, 2(4), 226–230. https://doi.org/10.63863/jce.v2i4.183

Ardiawan, D., Akhyarudin, Akbar, O., Purba, A., & Setyonegoro, A. (2023). Campur kode dalam interaksi antara penjual dan pembeli di Pasar Singkut Kabupaten Sarolangun. Diglosia: Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia, 7(2), 512–524.

Akhyarudin, Yusra, D., Harahap, E. P., Purba, A., & Yusra, H. (2023). Dominasi campur kode dalam bahasa Melayu Jambi. Sawerigading, 29(1), 137–148. https://doi.org/10.26499/sawer.v29i1.1179

Akhyarudin, Yusra, H., Purba, A., & Ningsih, A. G. (2024). Strategi kesantunan berbahasa. Komunitas Gemulun Indonesia.

Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal (Ed. rev.). Rineka Cipta.

Dahniar, A., & Sulistyawati, R. (2023). Analisis campur kode pada TikTok podcast Kesel Aje dan dampaknya terhadap eksistensi berbahasa anak milenial: Kajian sosiolinguistik. Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 3(2), 55–65. https://doi.org/10.37304/enggang.v3i2.8988

Eliastuti, M., Puspitasari, B. M., Ramadhanty, S., Ayuningrum, S., Maula, T. H., & Wulandari, W. T. (2023). Analisis penggunaan campur kode pada kolom komentar akun TikTok Happy Asmara. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Sosial (JKOMDIS), 3(2), 400–406. https://jurnal.minartis.com/index.php/jkomdis/article/view/679/620

Hasdi, H. S., Aziz, A., & Hasriani, H. (2025). Analisis alih kode dan campur kode pada YouTube podcast Denny Sumargo: Perspektif menarik tentang isu sosial budaya. Panthera: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains dan Terapan, 5(2), 108–115. https://doi.org/10.36312/panthera.v5i2.383

Juidah, I., Kohar, D., Winata, N. T., & Khasanah, K. (2025). Campur kode & alih kode dalam video YouTube Ueno Family Japan "Makan Malam di Restaurant India". Jurnal Basataka (JBT), 8(1). https://doi.org/10.36277/basataka.v8i1.620

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Ed. rev., Cet. 37). PT Remaja Rosdakarya.

Nadhiroh, R. L., & Sari, D. P. (2025). Analisis campur kode dalam video blog di channel YouTube Sunny Dahye In dan Priscilla Lee. Jurnal Metalanguage, 5(1), 21–47.

Paino, N. P. (2021). Analisis penggunaan campur kode dalam vlog Atta Halilintar: Kajian sosiolinguistik. Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(2). https://doi.org/10.24114/bss.v10i2.23781

Purba, E. N., Togatorop, D. P., Simbolon, A., & Sari, Y. (2024). Analisis pengaruh media sosial terhadap keberagaman bahasa: Campur kode sebagai tren komunikasi anak muda. Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora, 2(4), 184–194. https://doi.org/10.59024/atmosfer.v2i4.1060

Rahmawati, S., & Bambang, S. E. M. (2025). Analisis kesalahan berbahasa dalam menulis teks non akademik pada mahasiswa BIPA di Jambi. Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 14 (2). https://doi.org/10.22437/pena.v14i2.41594

Rahmawati, S., Bakhtiar, S., Suwardi, I. W., & Priyanto. (2024). Analisis kesalahan berbahasa dalam teks akademik mahasiswa Thailand di Universitas Jambi: Kajian semantik. Metafora: Journal of Language, Literature and Teaching, 11 (1), 29–43. https://doi.org/10.30595/mtf.v11i1.20920

Ramadani, J. A., Rahmawati, S., & Wini, L. O. (2026). Implementation of a deep learning approach in teaching fiction reading for phase D students in junior high school. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 5(02), 18–21. https://doi.org/10.56127/jukim.v5i02.2595

Saputra, A. B. (2024). Penggunaan media TikTok dalam pembelajaran menyimak teks prosedur kelas VII SMP 17 Kota Jambi. Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran, 9(3). https://bastra.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/514

Saputra, A. B. (2025). Eksistensi bahasa di tengah globalisasi dan realitas sosial. Berugakbaca. https://www.researchgate.net/publication/388495851_Eksistensi_Bahasa_di_Tengah_Globalisasi_dan_Realitas_Sosial

Saputra, A. B., & Manjato, A. (2025). Fungsi dan makna pantun upacara Sekujang masyarakat Serawai di Desa Tapak Gedung Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 8(1), 64–72. https://doi.org/10.22437/dikbastra.v8i1.44165

Siwi, G. W., & Rosalina, S. (2022). Alih kode dan campur kode pada peristiwa tutur di masyarakat Desa Cibuaya, Kabupaten Karawang: Kajian sosiolinguistik. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(1), 1417–1425. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i1.2144

Sucipta, I M. D., & Widanta, I M. R. J. (2025). Campur kode penggunaan bahasa Indonesia: Studi kasus media sosial TikTok. Indonesian Journal on Education (IJoEd), 1(3). https://doi.org/10.70437/ijoed.v1i4.137

Susila Wati, R., Suwardi Wibowo, I., Priyanto, P., & Rahmawati, S. (2024). Analisis kesalahan berbahasa penggunaan ejaan dalam teks akademik mahasiswa Thailand di Universitas Jambi. Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 8(1), 258–270. https://doi.org/10.31002/transformatika.v8i1.8305

Sudaryanto. (2015). Metode dan aneka teknik analisis bahasa: Pengantar penelitian wahana kebudayaan secara linguistis. Sanata Dharma University Press.

Suwito. (1985). Sosiolinguistik: Pengantar awal. Henary Offset.

Tyas, N. W., Maspuroh, U., & Adham, M. J. I. (2023). Analisis campur kode pada tayangan video "review makanan" di konten TikTok Betty Augustina dan pemanfaatannya sebagai video pembelajaran teks ulasan di SMP kelas VIII: Kajian sosiolinguistik. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 5(1), 3015–3024. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/11461/8805

Umifa, B. A. D., Indarti, T., & Raharjo, R. (2022). Alih kode dan campur kode dalam video YouTube Maudy Ayunda. Jurnal Komunitas Bahasa, 10(2), 49–57. https://doi.org/10.36294/jkb.v10i2.2890

Utomo, A. F., Dinayati, S. F., Yovilandis, L., Purnomo, E., Prayitno, H. J., Duerawee, A., & Sya'adah, H. (2024). Alih kode dan campur kode dalam podcast Dedy Corbuzier bersama Jerome Polin pada media sosial YouTube. Jurnal Keilmuan dan Keislaman, 3(3), 270–288. https://doi.org/10.23917/jkk.v3i3.401

Wahyuni, R. S., & Chadijah, S. (2021). Analisis penggunaan campur kode komentar warganet dalam media sosial Facebook. Jurnal Teknik Informatika STT Wastukancana Purwakarta. https://doi.org/10.51132/teknologika.v11i2.127

Wulandari, A. S. W., Widayanti, W., & Setyawan, D. (2025). Analisis bentuk campur kode content creator pada akun @furkysyahroni di aplikasi TikTok. Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 4(1), 319–335. https://doi.org/10.55606/inovasi.v4i1.4360

Yuliyanti, E., Akhyarudin, Yusra, H., & Purba, A. (2024). Campur kode dalam penggunaan bahasa Melayu Jambi di pasar tradisional Atas Muaro Bungo. Bahtera Indonesia: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(2), 806–812. https://doi.org/10.31943/bi.v9i2.841

Zahra, A. M., Anggraeni, M., & Wahyuni, I. (2022). Alih kode dan campur kode dalam podcast Catatan Najwa bersama Maudy Ayunda. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Sosial (JKOMDIS), 2(3), 124–134. https://www.jurnal.minartis.com/index.php/jkomdis/article/view/229

Downloads

Published

2026-06-18

How to Cite

Amanda Kurnia Dwi Putri, Sophia Rahmawati, Syaiputri, K. A., Fanny Arizal, & Ade Bayu Saputra. (2026). Analisis Campur Kode Pada Tayangan Video Ulasan Makanan Di Konten Tiktok @Farida.Nurhan: Kajian Sosiolinguistik. Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora Dan Ilmu Pendidikan, 5(2), 219–240. https://doi.org/10.58192/sidu.v5i2.4544