Implementasi Kewenangan KPP Pratama Tampan dalam Mencegah Wajib Pajak Melakukan Penghindaran Pajak di Pekanbaru

Authors

  • Aulia Hanyfah Universitas Riau
  • Dodi Haryono Universitas Riau
  • Separen Separen Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.58192/sidu.v5i2.4353

Keywords:

Authority, Implementation, KPP Pratama Tampan, Tax Avoidance, Taxpayer

Abstract

This research is motivated by the compliance level of Individual Taxpayers at the Pratama Tampan Tax Office (KPP) Pekanbaru, which still fluctuates from year to year, thus opening up opportunities for tax avoidance practices. The purpose of this research is to determine the implementation of authority by KPP Pratama Tampan in preventing taxpayers from committing tax avoidance in Pekanbaru, the obstacles faced in the exercise of such authority, and the efforts that have been made to prevent tax avoidance in the city of Pekanbaru. This research uses a sociological legal research method with descriptive nature, conducted at the Pratama Tampan Tax Office Pekanbaru. The data sources consist of primary data obtained through interviews and observations, and secondary data sourced from laws and regulations, books, journals, and related documents. Data collection techniques are carried out through interviews, observation, and literature study, then analyzed qualitatively and presented descriptively. The results show that the implementation of authority of KPP Pratama Tampan is exercised through four instruments, namely services, compliance supervision, tax audits, and administrative law enforcement based on a compliance risk management approach. The obstacles faced include the limited number of Account Representatives and Tax Auditors, suboptimal data integration between institutions, low taxpayer awareness, regulatory complexity, and the prevalence of the underground economy sector. Prevention efforts are pursued through preventive and repressive measures, as well as modernization of the administration system through the Coretax Administration System.

References

Ansori, A., Umam, H., & Hartono, A. H. V. (2025). Analisis normatif terhadap kebijakan digitalisasi pelayanan publik di tingkat kecamatan dalam perspektif hukum administrasi negara. Aktivisme: Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia, 2(3), 213–221. https://doi.org/10.62383/aktivisme.v2i3.1059

Ardiasa, K. (2023). Pengaruh kesadaran dan pengetahuan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak. Jurnal Riset Akuntansi Warmadewa, 4(1), 12–22. https://doi.org/10.22225/jraw.4.2.8466.7-12

Ayem, S., dkk. (2023). Determinan wajib pajak dalam melakukan tax avoidance. Jurnal Ratio, 4(2), 88–101. https://doi.org/10.30595/ratio.v5i2.20687

Direktorat Jenderal Pajak. (2022). Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-05/PJ/2022 tentang pengawasan kepatuhan wajib pajak.

Direktorat Jenderal Pajak. (2024). Roadmap implementasi Coretax Administration System. Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Hadjon, P. M. (2011). Pengantar hukum administrasi Indonesia. Gadjah Mada University Press.

Indarwati, & Sulistyawati. (2024). Pengaruh kualitas pelayanan dan pemahaman pajak terhadap kepatuhan wajib pajak. Jurnal Ilmu Perpajakan Indonesia, 6(1), 45–58.

Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pekanbaru Tampan. (2026). Laporan kinerja tahun 2025. Direktorat Jenderal Pajak.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Keuangan Nomor 184/PMK.01/2020 tentang organisasi dan tata kerja instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak.

Kurnianingsih, R. (2021). Analisis pajak penghasilan sebelum dan setelah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 bagi WP orang pribadi. Journal Competency of Business, 5(2), 114–127. https://doi.org/10.47200/jcob.v5i02.1097

Marbun, S. F., & Mahfud MD, M. (2011). Pokok-pokok hukum administrasi negara. Liberty.

Mardiasmo. (2018). Perpajakan (Edisi revisi). Andi Offset.

Nugraha, M. C. J., & Setiawan, P. E. (2019). Pengaruh tax avoidance terhadap nilai perusahaan. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 26(1), 398–425.

Nurmantu, S. (2005). Pengantar perpajakan. Granit.

Prasetyawati, T., & Fuadah, L. L. (2024). Tax avoidance: Analisis trend dan faktor. Jurnal Akuntansi dan Manajemen, 21(1), 55–68.

Pudyatmoko, Y. S. (2009). Pengantar hukum pajak. Andi Offset.

Rahayu, dkk. (2023). Ada apa dengan tax avoidance di Indonesia? Journal of Economic Education and Entrepreneurship Studies, 4(2), 99–112. https://doi.org/10.26858/je3s.v4i2.1870

Rahayu, S. K. (2017). Perpajakan Indonesia: Konsep dan aspek formal. Graha Ilmu.

Rahmadani, N. (2023). Kepatuhan wajib pajak orang pribadi melaporkan SPT tahunan tepat waktu dengan penerapan e-filing. Prosiding Seminar Nasional Hukum, Bisnis, Sains dan Teknologi, 3(1), 70–81.

Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang perubahan ketiga atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan.

Republik Indonesia. (2021). Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

Republik Indonesia. (2022). Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2022 tentang penyesuaian pengaturan di bidang Pajak Penghasilan.

Ridwan HR. (2016). Hukum administrasi negara. Rajawali Pers.

Saidi, M. D. (2014). Pembaruan hukum pajak. Rajawali Pers.

Soekanto, S. (2014). Faktor-faktor yang memengaruhi penegakan hukum. Rajawali Pers.

Suandy, E. (2016). Hukum pajak. Salemba Empat.

Sulistiana, N. A., dkk. (2024). Pengaruh profitabilitas dan leverage terhadap tax avoidance. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 9523–9532.

Downloads

Published

2026-05-29

How to Cite

Aulia Hanyfah, Dodi Haryono, & Separen Separen. (2026). Implementasi Kewenangan KPP Pratama Tampan dalam Mencegah Wajib Pajak Melakukan Penghindaran Pajak di Pekanbaru. Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora Dan Ilmu Pendidikan, 5(2), 54–67. https://doi.org/10.58192/sidu.v5i2.4353