Deteksi Dini Perilaku Menyimpang Remaja dan Implikasinya dalam Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah

Authors

  • Argina Farenta Universitas Sriwijaya
  • Novi Fayza Widi Putantri Universitas Sriwijaya
  • Annisa Rahman Universitas Sriwijaya
  • Denisa Septiani Universitas Sriwijaya
  • Rizki Novirson Universitas Sriwijaya
  • Resti Okta Sari Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.58192/sidu.v5i1.4137

Keywords:

Adolescent Deviant Behavior, Counseling, Early Detection, Prevention, Guidance

Abstract

Teenage deviant behavior is a social problem that is still often found both in school and community environments. Various forms of deviant behavior such as truancy, smoking, brawls, illegal racing, promiscuity, and even addictive substance abuse. If it is not treated early, it can develop into serious deviant behavior that has a negative impact on the academic, social, emotional development and future of adolescents, such as decreased academic achievement, dropping out of school, disruption of social relationships, and even involvement in criminal acts. This article aims to examine early detection of adolescent deviant behavior based on the results of previous research and its implications for Guidance and Counseling (BK) services in schools. The method used is a literature study by examining national journal articles that are relevant to adolescent deviant behavior. The results of the study show that adolescent deviant behavior is influenced by internal and external factors, such as family, peers, social environment, as well as weak self-control and has a significant impact on adolescents' personal, social and academic development. Early detection through observation, affective assessment, and collaboration between teachers, parents, and counselors has proven effective in preventing the development of deviant behavior. BK services have a strategic role in preventive and curative efforts through various programmed counseling services.

References

Aisah, S., & Usman, F. (2023). Peran guru pendidikan agama Islam dalam menanggulangi perilaku menyimpang pada peserta didik. 3, 1-10. https://doi.org/10.31538/cjotl.v3i1.419

Amelia, D. P., Ayu, A., Donna, R., Parhati, I., Miftahurrahma, I., Bleyzenky, I., Amalia, F., Putri, A., & Ramayani, N. (2023). Perilaku menyimpang remaja pada era VUCA. 2(1), 163-169. https://doi.org/10.61994/cpbs.v2i1.59

Darnoto, D., & Dewi, H. T. (2020). Pergaulan bebas remaja di era milenial menurut perspektif pendidikan agama Islam. Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam, 17(1). https://doi.org/10.30863/attadib.v1i2.1023

Hardiyanto, S., & Romadhona, E. S. (2018). Remaja dan perilaku menyimpang. Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(1), 23-32.

Jasman, G., & Dewi, S. F. (2018). Tawuran remaja di Nagari Surantih dan Rawang Gunung Malelo Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan. Journal of Civic Education, 1(4), 429-437. https://doi.org/10.24036/jce.v1i4.348

Mantiri, V. V. (2014). Perilaku menyimpang di kalangan remaja di Kelurahan Pondang, Kecamatan Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan. Acta Diurna Komunikasi, 3(1).

Muhammad, S., & Kaimudin, M. A. (2019). Perilaku penyimpangan sosial pada kalangan remaja Kelurahan Akehuda Kota Ternate Utara. Jurnal Geocivic, 2(2), 206-210. https://doi.org/10.33387/geocivic.v2i2.1472

Nugraha, C. A., Hidayat, R. R., & Susilo, A. T. (2019). Studi kasus perilaku membolos dua siswa SMK. 3(1). https://doi.org/10.20961/jpk.v3i1.28752

Primadha, R. (2017). Perilaku menyimpang siswa SMP (Studi deskriptif pada siswa SMP IPIEMS Surabaya) (Disertasi doktoral, Universitas Airlangga).

Rahmadani, C., & Husin, H. A. (2022). Perilaku menyimpang pada remaja yang melakukan perbuatan balap liar di Kecamatan Kayuagung. Jurnal Hukum Uniski, 11(1), 81-97.

Restiviani, Y. (2024). Efektivitas komunikasi antarpribadi orang tua dalam mengatasi perilaku menyimpang pada remaja di Kota Lhokseumawe. At-Tabayyuun: Journal Islamic Studies, 6(1), 41-58. https://doi.org/10.47766/atjis.v6i1.3339

Suhaida, S., et al. (2018). Pergaulan bebas di kalangan remaja (Studi kasus di Desa Masaloka Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya Kabupaten Bombana).

Susanti, I. (2015). Perilaku menyimpang di kalangan remaja pada masyarakat Karangmojo Plandaan Jombang. Paradigma, 3(2).

Su'ud, S. (2011). Remaja dan perilaku menyimpang (Studi kasus pada masyarakat Boepinang, Bombana). Selami, 1(34).

Tirang, Y. (2019). Pernikahan dini akibat pergaulan bebas remaja. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran bagi Guru dan Dosen (Vol. 3, hlm. 42-49).

Wijanarko, A., Ginting, R., Hukum, F., & Sebelas, U. (2021). Kejahatan jalanan. 10(1), 23-28. https://doi.org/10.20961/recidive.v10i1.58845

Yuniati, A. (2017). Perilaku menyimpang dan tindak kekerasan siswa SMP di Kota Pekalongan. Journal of Educational Social Studies, 6(1), 1-6.

Downloads

Published

2026-03-11

How to Cite

Argina Farenta, Novi Fayza Widi Putantri, Annisa Rahman, Denisa Septiani, Rizki Novirson, & Resti Okta Sari. (2026). Deteksi Dini Perilaku Menyimpang Remaja dan Implikasinya dalam Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora Dan Ilmu Pendidikan, 5(1), 43–50. https://doi.org/10.58192/sidu.v5i1.4137