Pencegahan Penyakit Degeneratif pada Lansia melalui Program Sehari Cermat-Bahagia di UPTD Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu
DOI:
https://doi.org/10.58192/sejahtera.v5i3.5267Keywords:
Elderly, Degenerative Disease, Prevention, Innovation Program, Public Health CenterAbstract
Penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes melitus, dan gangguan muskuloskeletal merupakan permasalahan kesehatan utama pada kelompok lansia yang memerlukan penanganan promotif dan preventif secara berkelanjutan, tidak hanya kuratif semata. Berdasarkan data kunjungan lansia periode Mei 2025-2026 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu tercatat 2.236 lansia, dengan hipertensi, diabetes melitus, keterbatasan aktivitas fisik, dan rendahnya kepatuhan kontrol kesehatan sebagai masalah yang menonjol. Tujuan kegiatan ini adalah mengidentifikasi hasil pelaksanaan program inovasi SEHARI CERMAT-BAHAGIA (Sehat Hari Ini Ceria Masa Tua, Bugar, Hati Senang, Giat Aktif) dalam upaya pencegahan penyakit degeneratif pada lansia. Metode kegiatan meliputi pengumpulan data melalui kuesioner terhadap 106 responden lansia dengan teknik Slovin, analisis prioritas masalah menggunakan metode USG dan fishbone, serta pelaksanaan lima komponen intervensi yaitu pemeriksaan kesehatan rutin, senam lansia Bugar Bahagia, sinergi Sekolah Lansia bersama DP3AP2KB Kota Bengkulu, home care lansia, dan wisata religius lansia. Hasil kegiatan menunjukkan sebagian besar responden berusia 60-64 tahun (48,1%) dan berjenis kelamin perempuan (68,9%). Sebanyak 78,3% responden memiliki pengetahuan baik tentang pencegahan penyakit degeneratif dengan rata-rata skor 18,93 dari skor maksimum 20, sementara 53,8% responden memberikan penilaian baik terhadap pelaksanaan program. Program SEHARI CERMAT-BAHAGIA terbukti memberikan dampak positif secara holistik terhadap aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual lansia, sehingga direkomendasikan untuk dilanjutkan dan direplikasi di puskesmas lain sebagai model pelayanan kesehatan lansia yang aktif dan terintegrasi.
References
Bustan, M. N. (2020). Epidemiologi penyakit tidak menular. Rineka Cipta.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman pelayanan kesehatan lanjut usia. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. (2025). Profil kesehatan Kota Bengkulu tahun 2024. Dinas Kesehatan Kota Bengkulu.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman pelayanan kesehatan lanjut usia di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Petunjuk teknis Posyandu lansia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Notoatmodjo, S. (2018). Ilmu perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah. https://doi.org/10.31289/jppuma.v6i1.1518
Puskesmas Lingkar Barat. (2025). Profil UPTD Puskesmas Lingkar Barat tahun 2024. Puskesmas Lingkar Barat.
Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2019). Brunner and Suddarth's textbook of medical-surgical nursing (14th ed.). Lippincott Williams & Wilkins.
Stanley, M., & Beare, P. G. (2018). Buku ajar keperawatan gerontik. EGC.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
UPTD Puskesmas Lingkar Barat. (2026). Data kunjungan lansia periode Mei 2025–2026. UPTD Puskesmas Lingkar Barat.
World Health Organization. (2023). Global report on ageism. https://www.who.int/publications/i/item/9789240021079
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Putri Yulia Pradani, Muhammad Kevin Sahputra, Risa Umami, Tami Revalin, Okta Trisna Diah, Nurin Anggrit Anggraini, Ida Samidah, Yessy Sulastri, Junaidi Junaidi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







