Peningkatan Kapasitas Kelompok Sadar Wisata dalam Mengembangkan Potensi Pariwisata yang Ada di Pemandian Bah Uluni Mabar, Simalungun
DOI:
https://doi.org/10.58192/profit.v5i3.5142Keywords:
Community Capacity, Community Empowerment, Tourism Awareness Groups, Tourism Development, Tourism PotentialAbstract
This study aims to describe and analyze the capacity-building efforts of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) in developing the tourism potential at Bah Uluni Mabar Natural Swimming Pool, Simalungun Regency. This research employs a qualitative approach with a descriptive research type. Data collection techniques include in-depth interviews, participatory observation, and documentation. Research informants were selected purposively, including Pokdarwis administrators and members, tourism managers, village officials, and tourists visiting Bah Uluni Mabar Natural Swimming Pool. The research results indicate that Pokdarwis Bah Uluni Mabar has undertaken various efforts to increase group capacity, including tourism management skills training, increasing tourism awareness through the Sapta Pesona program, developing nature-based and local culture tourism attractions, and optimizing promotion through digital media. However, there are still a number of challenges faced, including limited funding, lack of professionally trained human resources, and minimal tourism infrastructure support. This study recommends the need for synergy between local governments, local communities, and the private sector in supporting the sustainability of tourism development at Bah Uluni Mabar Natural Swimming Pool.
References
Aisyah, S., Susbiyani, A., & Santoso, B. (2026). Dampak digital marketing dan experiential marketing terhadap minat kunjungan ulang melalui kepuasan pengunjung, 22(1), 57–69.
Cantika, A. (2025). Pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Chofifi, O. (2022). Taman Air Percut (Studi kasus: Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara). Skripsi.
Hermawan, H. (2017). Pengaruh daya tarik wisata, keselamatan, dan sarana wisata terhadap kepuasan serta dampaknya terhadap loyalitas wisatawan: Studi community based tourism di Gunung Api Purba Nglanggeran, 15.
Iskandar, D. (2023). Disertasi jaringan pengembangan kapasitas.
Jupir, M. M. (2013). Implementasi kebijakan pariwisata berbasis kearifan lokal. 1(1), 28–37.
Kuncoro, M. A. R. (2019). Upaya pengembangan dan pemasaran destinasi pariwisata pada lingkup internal Kabupaten Malang.
Niam, M. F. (2024). Penelitian kualitatif.
Nurdin, M. (2022). Capacity building dalam pengembangan sumber daya manusia pemerintah kecamatan di Kabupaten Sinja.
Pakpahan, R., Dalam, K., Desa, P., & Nglinggo, W. (2018). Implementasi prinsip pariwisata berbasis komunitas dalam pengembangan Desa Wisata Nglinggo Yogyakarta. 5(1).
Pitana, P. dan. (2020). Tesis pengembangan kapasitas aparatur pemerintah daerah pada badan kepegawaian dan diklat daerah.
Rukiyah. (2023). Upaya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam mengembangkan potensi wisata Air Terjun Tirai di Desa Datar Lebuay Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus.
Salim, M. A. (2023). Pengembangan daya tarik wisata di Sungai Sul Sel.
Soeprapto. (2003). Buku membangun desa pariwisata.
Sugiyono. (2019). Populasi dan sampel dalam penelitian pendidikan: Memahami perbedaan, implikasi, dan strategi pemilihan yang tepat.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Profit: Jurnal Manajemen, Bisnis dan Akuntansi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






