Pemaknaan Akuntabilitas Dana Desa
Studi Fenomenologi atas Praktik, Persepsi, dan Hambatan Pengelolaan Dana Desa di Lembang Ma’kuan Pare, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja Utara
DOI:
https://doi.org/10.58192/wawasan.v4i3.4734Keywords:
Accountability, Local Wisdom, Phenomenology, SISKEUDES, Village FundAbstract
This study aims to explore the meaning of Village Fund accountability in Lembang Ma’kuan Pare, Rantebua District, North Toraja Regency. Utilizing a qualitative approach with a hermeneutic phenomenological design, data were gathered through in-depth interviews, observation, and documentation involving lembang officials, customary leaders, and local communities. The results reveal a conflict of dual systems in practice. Vertically, accountability is trapped in pseudo-formalism merely to satisfy administrative compliance within the SISKEUDES digital application. Conversely, horizontally, the authentic meaning of accountability thrives through cosmo-social moral obligations embedded in the "Tongkonan" customary order and the "Sipangkari" deliberation tradition. The fear of losing family honor ("longko’") in the eyes of custom serves as a social control instrument that is far more revered and feared by village officials than state administrative penalties. Nevertheless, the effectiveness of governance is still hindered by structural constraints, such as the digital literacy divide and limited internet connectivity, which intertwine with paternalistic cultural barriers that restrict the critical capacity of ordinary citizens. This study recommends adaptive policy reforms that harmonize digital standardization with local customary institutions to achieve emancipatory village accountability.
References
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). (2023). Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan atas Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2023. Jakarta: Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.
Fadilah, N., Ahmad, R., & Gunawan, I. (2024). Asimetri Informasi dan Potensi Moral Hazard dalam Tata Kelola Anggaran Desa. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Publik, 12(1), 45–58.
Gunawan, I., & Wijaya, M. (2022). Akuntabilitas Berbasis Kearifan Lokal: Konstruksi Etis Pengelolaan Keuangan di Masyarakat Adat. Jurnal Akuntansi dan Budaya, 7(2), 143–158.
Handayani, T., & Saputra, R. (2021). Tirani Formalisme dan Digitalisasi Pedesaan: Menggugat Efektivitas Sistem Pelaporan Keuangan Desa. Jurnal Tata Kelola Kontemporer, 9(1), 78–92.
Hidayat, T., & Nugroho, A. (2022). Aplikasi Teori Keagenan dalam Pengelolaan Keuangan Pemerintahan Desa di Indonesia. Jurnal Tata Kelola & Akuntabilitas Publik, 8(2), 112–127.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (2023). Laporan Statistik Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi Dana Desa Periode 2016-2023. Jakarta: Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK.
Lestari, S., & Harahap, M. (2019). Fenomenologi dalam Akuntansi: Menemukan Jiwa di Balik Angka. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika, 9(3), 201–215.
Lusdani, W., & Ta’dung, Y. L. (2017). Dana desa: Paradoks dalam mewujudkan akuntabilitas keuangan. Economix, 5(1).
Nurdin, M., & Rahayu, S. (2021). Menggugat Esensi Akuntabilitas Dana Desa: Dari Formalitas Menuju Moralitas. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 12(2), 310–326.
Panimba, W. (2021). Akuntabilitas dan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Keuangan Lembang di Kabupaten Tana Toraja Utara (Tesis Magister tidak diterbitkan). Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Makassar.
Pratama, A. N. (2024). Dialektika Akuntansi Interpretif: Menakar Relasi Kuasa dan Budaya Paternalistik dalam Anggaran Publik. Review Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 11(3), 201–218.
Pratama, R., & Wijaya, C. (2022). Membangun Public Trust Melalui Transparansi Pengelolaan Dana Desa di Era Digital. Jurnal Studi Pemerintahan, 13(4), 567–582.
Pratiwi, A., & Suhartono, E. (2022). Penguatan Sistem Akuntabilitas Berbasis Teknologi untuk Meminimalisir Risiko Penyimpangan Dana Desa. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Daerah, 14(2), 115–128.
Putra, A. A., & Utama, I. M. (2023). Memaknai Akuntansi dalam Ruang Kehidupan Masyarakat: Sebuah Pendekatan Kualitatif Fenomenologis. Indonesian Journal of Accounting and Governance, 7(1), 14–29.
Putra, M. D., & Hidayat, R. (2023). Akselerasi Transparansi Fiskal Desa Melalui Inovasi Digital: Peluang dan Hambatan Infrastruktur. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 14(2), 189–204.
Rahmadi, F., Setiawan, H., & Utami, S. (2023). Kesenjangan Digital dan Akuntabilitas Semu dalam Implementasi SISKEUDES di Wilayah Sub-Urban. Jurnal Administrasi Keuangan Daerah, 15(2), 115–130.
Rahman, A., Setiawan, B., & Kurniawan, H. (2021). Analisis Cross-Sectional Transparansi dan Akuntabilitas terhadap Efektivitas Pengelolaan Dana Desa. Jurnal Riset Akuntansi Kontemporer, 13(1), 45–59.
Rahmawati, E., & Utami, T. (2022). Ewuh Pakewuh dan Akuntabilitas Semu: Studi Fenomenologi Pengelolaan Anggaran Desa di Kabupaten Kediri. Jurnal Riset Akuntansi Kontemporer, 14(2), 101–115.
Sari, D. P., & Ramadhan, F. (2025). Akuntabilitas Berbasis Rasa: Studi Fenomenologi Pengelolaan Keuangan Komunitas Lokal. Jurnal Akuntansi Kontemporer, 17(1), 89–104.
Suryono, B., Budiman, A., & Wahyuni, T. (2023). Akuntabilitas Horizontal: Menempatkan Masyarakat Sebagai Subjek Utama Pengawasan Dana Desa. Jurnal Administrasi Publik, 19(2), 142–159.
Toding, A., & Siregar, H. (2024). Relevansi Nilai Adat Tongkonan dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Lembang yang Bersih di Toraja. Jurnal Kebudayaan dan Pemikiran Sosial, 11(2), 210–225.
Transparency International Indonesia (TII). (2023). Survei Keterbukaan Informasi Publik dan Implementasi Prinsip Good Governance pada Pemerintah Desa di Indonesia. Jakarta: TII Pemantau Sektor Publik.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. (2014). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7. Jakarta.
Widodo, S., Utami, T., & Prasetyo, A. (2022). Identifikasi Masalah Pengelolaan Keuangan Publik Tingkat Desa: Kapasitas SDM, Standarisasi Pelaporan, dan Pengawasan Partisipatif. Jurnal Tata Kelola & Akuntabilitas Publik, 8(2), 98–112.
Wulandari, S., & Saputra, E. (2020). Evaluasi Kinerja Pemerintah Desa Melalui Lensa Agency Theory. Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan, 8(1), 75–88.
Yulianto, A., Setiawan, B., & Nugroho, S. (2023). Literasi Digital Aparatur Desa dan Efektivitas Implementasi Aplikasi SISKEUDES di Wilayah Terpencil. Jurnal Tata Keuangan Daerah, 11(3), 215–230.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wawasan : Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





