Optimasi Kinerja Panel Surya Menggunakan Sistem Pendingin Pasif Berbasis Alumunium Fin
DOI:
https://doi.org/10.58192/unitech.v4i2.3266Keywords:
Panel surya, pendingin pasif, alumunium fin, efisiensi energi, energi terbarukanAbstract
Panel surya merupakan salah satu solusi energi terbarukan yang banyak dikembangkan di Indonesia. Namun, salah satu kendala utama dalam implementasinya adalah penurunan efisiensi akibat peningkatan suhu permukaan panel saat terpapar sinar matahari secara intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas sistem pendingin pasif berbasis alumunium fin dalam mengoptimalkan kinerja panel surya. Metode eksperimen digunakan dengan membandingkan dua unit panel surya: satu unit menggunakan sistem pendingin pasif dengan fin alumunium dan satu unit lainnya tanpa sistem pendingin. Parameter yang diamati meliputi suhu permukaan panel, tegangan output, arus, dan efisiensi daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alumunium fin mampu menurunkan suhu rata-rata permukaan panel sebesar 8–10°C dibanding panel tanpa pendingin. Penurunan suhu ini berdampak positif terhadap peningkatan efisiensi panel surya sebesar 12,5%. Alumunium dipilih sebagai material utama karena konduktivitas termalnya yang tinggi serta ringan dan ekonomis. Dengan penerapan sistem ini, diharapkan pemanfaatan panel surya di wilayah tropis seperti Indonesia dapat menjadi lebih optimal tanpa tambahan konsumsi energi. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan sistem pendingin pasif sebagai solusi efektif dan berbiaya rendah dalam pengembangan sistem energi surya skala kecil hingga menengah.
References
Akbar, M. F. (2021). Pemanfaatan sensor MQ-135 sebagai monitoring kualitas udara pada aula gedung Fasilkom.
Aufa, A., Rubiono, G., & Mujianto, H. (2016). Pengaruh rasio diameter pipa terhadap perubahan tekanan pada Bernoulli Theoreme Apparatus.
Dharma, U. S., & Bustomi, H. (2017). Pengaruh temperatur digester sistem kontinyu terhadap produksi biogas berbahan baku blotong. Jurnal Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Metro, 6(2), 218-225.
Fahriza, A. N., Ekki, K., & Jangkung, R. (2024). Perancangan sistem monitoring tekanan dan konsentrasi gas metana pada biodigester. E-Proceeding of Engineering, 11(1), 93-99.
Irawan, D., & Khudori, A. (2015). Pengaruh suhu anaerobik terhadap hasil biogas menggunakan bahan baku limbah kolam ikan gurame. TURBO, 4(1), 17-22.
Khairullah, A. (2021). Optimasi temperatur pada produksi biogas dari limbah rumah makan di Kota Pontianak.
Mamanua, E., et al. (2023). Kombinasi feses ternak babi dan limbah sayuran untuk optimalisasi produksi biogas.
Maryani, S. (2022). Pentingnya kalibrasi sensor gas untuk menjamin keakuratan pengukuran. Jurnal Teknologi Sensor, 8(2), 134-142.
Masyruroh, A., et al. (2021). Pembuatan recycle plastik HDPE sederhana menjadi asbak, 3(1), 53.
Mushoffa, M., Rahman, F., & Widodo, A. (2021). Analisis kinerja sensor gas MQ series pada sistem deteksi gas berbahaya. Jurnal Teknologi Elektro, 10(1), 44-51.
Putra, H., & Lestari, D. (2019). Optimalisasi produksi biogas dengan pengadukan otomatis pada biodigester. Jurnal Rekayasa Energi Terbarukan, 4(1), 11-18.
Rahmad, F., & Yuliana, S. (2020). Desain dan implementasi monitoring suhu dan kelembaban berbasis IoT pada proses fermentasi biogas. Jurnal Teknik Energi, 9(2), 56-63.
Santoso, B., & Nugroho, A. (2023). Pengembangan sistem monitoring kualitas gas metana berbasis wireless sensor network (WSN). Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer, 11(3), 223-231.
Sasmoko, D. (2020). Internet of Things (IoT) dan implementasinya dalam pengembangan smart system. Jurnal Teknologi Informasi, 5(1), 22-29.
Shitophyta, L. M., Darmawan, M. H., & Rusfidiantoni, Y. (2022). Produksi biogas dari kotoran sapi dengan biodigester kontinyu dan batch: Review. Journal of Chemical Process Engineering, 7.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Universal Technic

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





