Strategi Kebijakan Pangan Lokal dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan di Kabupaten Humbang Hasundutan

Authors

  • Ratna Sulastri Sibuea Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Humbahas

DOI:

https://doi.org/10.58192/populer.v5i3.5417

Keywords:

Agricultural Sustainability, Consumption Patterns, Food Diversification, Food Security, Local Food

Abstract

The average weekly per capita rice consumption in Humbang Hasundutan Regency in 2025 was 2.163 kg, a figure exceeding the national average of approximately 1.510 kg per capita. This indicates a continued high dependency on rice. Meanwhile, the 2021 Desirable Dietary Pattern (PPH) score for Humbang Hasundutan Regency reached 85.8, suggesting that local food consumption patterns lack diversity and that rice remains the dominant staple food. Food consumption relies heavily on a single staple: rice. These data reveal a significant disparity between rice and non-rice food consumption. The high per capita rice consumption reflects the dominance of rice as a staple food and limited dietary diversification. Average weekly per capita consumption of non-rice foods in Humbang Hasundutan Regency in 2025 was as follows: corn (0.005 kg), sweet potato (0.131 kg), taro (0.041 kg), potato (0.060 kg), dried cassava/gaplek (0.006 kg), and fresh cassava (0.000 kg—a negligible amount approaching zero). The utilization of local non-rice food resources remains minimal, resulting in very low preference for and consumption habits regarding non-rice foods as primary dietary alternatives. The primary approach to reducing rice consumption is dietary diversification—specifically, replacing a portion of rice intake with local non-rice carbohydrates such as corn, sweet potato, cassava, taro, and sago. This paper aims to formulate policy recommendations for implementation by the government and relevant stakeholders to support food security through the utilization of local food sources in Humbang Hasundutan Regency. The proposed policy strategy encourages a shift from rice consumption toward a diverse range of non-rice foods.

References

Afriansyah., & Dewijanti, I. I. (2020). Persepsi masyarakat terhadap perubahan pola konsumsi pangan lokal ke pangan beras di Papua Barat. JBS (Jurnal Berbasis Sosial), 1(2), 1–10. https://jurnal.stkipalmaksum.ac.id/index.php/jbs

Aldhila, A., Herawati, A. R., & Kismartini. (2021). Alternatif kebijakan dalam mengatasi perilaku digital di Indonesia. Journal of Governance and Policy Innovation, 1(2), 100–110. https://doi.org/10.51577/jgpi.v1i2.159

Azzahra, D. (2025, 7 April). Diversifikasi pangan lokal sebagai strategi ketahanan pangan nasional di tengah ketergantungan terhadap beras. HealthHeroes. https://healtheroes.id/diversifikasi-pangan-lokal-sebagai-strategi-ketahanan-pangan-nasional-di-tengah-ketergantungan-terhadap-beras/

Badan Pusat Statistik. (2026). Prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan (persen) per kabupaten/kota, 2025. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjI2OSMy/prevalensi-ketidakcukupan-konsumsi-pangan--persen--per-kabupaten-kota--persen-.html

Badan Pusat Statistik. (2026). Rata-rata konsumsi perkapita seminggu menurut kelompok padi-padian per kabupaten/kota, 2025. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjA9NCMy/rata-rata-konsumsi-perkapita-seminggu-menurut-kelompok-padi-padian-per-kabupaten-kota.html

Badan Riset dan Inovasi Nasional. (2024, 10 Desember). Diversifikasi pangan lokal kunci penting atasi tantangan ketahanan pangan. https://www.brin.go.id/news/121811/diversifikasi-pangan-lokal-kunci-penting-atasi-tantangan-ketahanan-pangan

Fardhani, D. M. (2024, 19 November). Potensi pangan lokal untuk ketahanan pangan nasional. Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. https://www.unisayogya.ac.id/potensi-pangan-lokal-untuk-ketahanan-pangan/

Habibah, L., Futri, A., Khuzaeri, A. P., Shidqi, F., Winata, W. A., & Desmawa, D. (2024). Beras sebagai makanan pokok: Faktor penyebab ketergantungan dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia. Bursa: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 3(2), 110–114. https://doi.org/10.59086/jeb.v3i2.570

Hamud, J. (2025). Determinan perilaku konsumsi makanan pokok non beras di kalangan mahasiswa di Kota Palopo (Studi kasus mahasiswa IAIN Palopo). Prosiding Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK), 4, 1–10. https://doi.org/10.36441/snpk.vol4.2025.394

Indo-Pacific Defence Forum. (2018, 7 Juli). Indonesia berupaya mengurangi konsumsi beras untuk ketahanan pangan dan gizi yang lebih baik. https://ipdefenseforum.com/id/2018/07/indonesia-berupaya-mengurangi-konsumsi-beras-untuk-ketahanan-pangan-dan-gizi-yang-lebih-baik/

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. (2013). Laporan akhir analisis dinamika konsumsi pangan masyarakat Indonesia. Pusat Kebijakan Perdagangan Dalam Negeri, Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Perdagangan. https://www.scribd.com/doc/311618084/KEMENDAG-Laporan-Dinamika-Pola

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2020). Petunjuk teknis diversifikasi pangan lokal sumber karbohidrat non beras tahun 2020. Badan Ketahanan Pangan. https://www.scribd.com/document/505213123/Juknis-Diversifikasi-Pangan-2020

Nabila, M. (2026, 14 April). Ketergantungan Indonesia pada beras sulit dipatahkan meski diversifikasi pangan terus diupayakan. Bisnis.com. https://ekonomi.bisnis.com/read/20260414/99/1966308/ketergantungan-beras-sulit-dipatahkan-kapan-diversifikasi-pangan-terwujud

Nurfitriani, R. A., & Widowati, S. (Ed.). (2024). Diversifikasi pangan lokal untuk ketahanan pangan: Perspektif teknologi dan peningkatan nilai tambah. BRIN Publishing. https://doi.org/10.55981/brin.1587

Paramita, A. (2025). Perubahan pola produksi dan konsumsi pangan di Indonesia: Analisis tren selama dua dekade terakhir. Journal of Regional Economics, 6(1), 50–59. https://doi.org/10.24252/icor.v6i01.60214

Prihatin, S. D., Hariadi, S. S., & Mudiyono. (2012). Ancaman ketahanan pangan rumah tangga petani. Jurnal Ilmiah CIVIS, 2(2), 1–12.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. (2024). Buletin konsumsi pangan (S. Wahyuningsih, Ed.; Vol. 15, No. 1). Kementerian Pertanian Republik Indonesia. https://satudata.pertanian.go.id/assets/docs/publikasi/Buletin_Konsumsi_Pangan_Semester_I_2024.pdf

Rokhmah, L. N., Setiawan, R. B., Purba, D. H., Anggraeni, N., Suhendriani, S., Faridi, A., Hapsari, M. W., Kristianto, Y., Hasanah, L. N., Argaheni, N. B., Anto., Handayani, T., & Rasmaniar. (2022). Pangan dan gizi. Yayasan Kita Menulis. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/14471/1/FullBook%20Pangan%20dan%20Gizi%20.pdf

Tim Editorial Matari Agro Indonesia. (n.d.). Diversifikasi pangan: Strategi pengurangan ketergantungan pada beras untuk ketahanan pangan. Matari Agro. https://matariagro.com/articles/diversifikasi-pangan-strategi-pengurangan-ketergantungan-pada-beras-untuk-ketahanan-pangan

Universitas Jember. (2013, 6 Oktober). Nur Mahmudi Ismail: One Day No Rice berjalan, tegaknya kedaulatan pangan nasional. Web Archive. https://web.archive.org/web/20131203004425/http://www.unej.ac.id/index.php/id/berita/akademik/58-nur-mahmudi-ismail-one-day-no-rice-berjalan,-tegaknya-kedaulatan-pangan-nasional.html

Widowati, S., & Nurfitriani, R. A. (Ed.). (2023). Diversifikasi pangan lokal untuk ketahanan pangan: Perspektif ekonomi, sosial dan budaya. BRIN Publishing. https://doi.org/10.55981/brin.918

Yulianto. (Ed.). (2021, 8 September). Melepas ketergantungan beras, kuncinya ubah persepsi masyarakat. Tabloid Sinar Tani. https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/pangan/18064-Melepas-Ketergantungan-Beras-Kuncinya-Ubah-Persepsi-Masyarakat

Downloads

Published

2026-09-03

How to Cite

Ratna Sulastri Sibuea. (2026). Strategi Kebijakan Pangan Lokal dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan di Kabupaten Humbang Hasundutan. Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa, 5(3), 51–67. https://doi.org/10.58192/populer.v5i3.5417