Paradoks Bangsa Religius dan Praktik Korupsi: Telaah Filosofis terhadap Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila
DOI:
https://doi.org/10.58192/populer.v5i1.5373Keywords:
Corruption, Morality, Pancasila, Pancasila Philosophy, Religious NationAbstract
Corruption is a multidimensional problem that not only causes economic losses to the state but also reflects a moral and religious crisis in national life. This study aims to analyze the paradox between Indonesia's identity as a religious nation and the persistence of corrupt practices through a philosophical examination of the first principle of Pancasila, Belief in the One and Only God. The research employs a qualitative method using a descriptive-analytical approach based on library research. Data were collected from books, scholarly journal articles, official documents, and other relevant literature on corruption, Pancasila, and the philosophy of religion, and were analyzed using philosophical and interpretative methods. The findings indicate that corruption is not merely a violation of law or an abuse of power but also a denial of the moral values embodied in the first principle of Pancasila. Corrupt practices reveal a significant gap between the religious identity embraced by Indonesian society and the actual implementation of honesty, responsibility, and justice in public life. This study concludes that combating corruption requires not only legal and institutional reforms but also the strengthening of moral awareness, character formation, and the internalization of the values of Belief in the One and Only God as the ethical foundation of national and state life.
References
Aiman, R. (2024). Korupsi dan Agama. In Korupsi Dari Berbagai Perspektif (pp. 1–17). Pustaka Peradaban.
Aritonang, A. (2023). Sejarah dan perjalanan sila pertama pancasila dari era orde lama sampai era reformasi (SBY). Davar : Jurnal Teologi, 4(1), 21–35. https://doi.org/10.55807/davar.v4i1.7
Arsyad, J. H. (2015). Korupsi Dalam Perspektif HAN (2nd ed.). Sinar Grafika.
Azzahrah, B. H., Cahyarosari, G. S., Hapsari, R. D., & Fitriono, R. A. (2022). Korupsi Sebagai Tindak Penyelewengan Pancasila Sila Ke-5. Intelektiva, 4(4), 32–41.
Basyari, I. (2025). Presiden Prabowo Copot Immanuel Ebenezer dari Jabatan Wamenaker. KOMPAS.Id.
Fauzanto, A. (2023). Pembuka: Wajah Korupsi di Indonesia. In N. Rismawati (Ed.), Wajah Korupsi di Indonesia: Himpunan Artikel Ilmiah-Populer Terangkai (pp. 1–14). Widina.
Hamid, R. Al. (2022). PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (M. Y. Arafat, Ed.). SUKA-Press.
Humas Polresta Bulungan. (2025). 1280 Kasus Korupsi Diungkap Polri, 830 Tersangka Dijerat di 2024. Polda Kaltara.
Irmayanti, I. G. A. K. W., & Yasa, I. N. P. (2024). Analisis Dampak Kasus Korupsi Pejabat Pajak Terhadap Kepercayaan Masyarakat Dan Keadilan Perpajakan (Studi Kasus Pada Kasus Korupsi Pejabat Pajak Rafael Alun Trisambodo). Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Humanika, 14(3), 451–458. https://doi.org/10.23887/jiah.v14i3.86849
Jebadu, A. (2023). Bukan Berhala: Penghormatan Kepada Roh Orang Meninggal. Ledalero.
Madjid, N. (1987). Islam, Kemodernan, dan Keindonesiaan. Mizan Pustaka.
Octaviani, A., Hanifa, A., & Apriliya, D. (2022). Tindakan Korupsi Sebagai Pelanggaran Pancasila. Majalah Ilmiah Warta Dharmawangsa, 16(1), 75–83.
Pahlevi, F. (2022). Pemberantasan Korupsi di Indonesia Perspektif Legal System Lawrence M. Freidmen. El-Dusturie, 1(1), 23–42. https://doi.org/10.21154/eldusturie.v1i1.4097
Rassat, F. S. (2024). Catatan Pemberantasan Korupsi KPK 2024. ANTARA.
Sacipto, R., & Ciptono. (2022). Pembentukan Karakter Anti Korupsi Berlandaskan Ideologi Pancasila. Jurnal Pancasila, 3(1), 39–50.
Sametkto, A. (2020). Indnesia: Negara Modern yang Berketuhanan dalam Bingkai Pancasila. In A. Usman & P. Hastuti (Eds.), Ketuhanan dalam Bingkai Pancasila: Perspektif Lintas Iman (pp. xiii–xxx). Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.
Sholeh, M. (2025). Data Jumlah Pemeluk Agama di Indonesia Tahun 2024, Islam Paling Banyak. GoodStats.
Sudhiarsa, R. (2009). Ketuhanan Yang Mahaesa, Jagat Spiritual Bangsa Indonesia. In M. Mali (Ed.), Perjumpaan Pancasila dan Kristianitas: Reposisi Relasi Negara dan Agama dalam Masyarakat Plural (pp. 175–224). Lamalera.
Sulistiyo, U. (2019). Buku Ajar Metode Penelitian Kualitatif. Salim Media Indonesia.
Susanto, N. H., & Kholis, N. (2022). Quo Vadis Pendidikan dan Gerakan Sosial Agama Lokal di Indonesia (M. Nasrudin, Ed.). Nasya Expanding Management.
Sutanto, T. S. (2017). Membincang Ulang Demokrasi Pancasila. In A. HT (Ed.), Mewacanakan Kembali Demokrasi Pancasila yang diperbarui (pp. 259–270). Inspirasi.co Book Project.
Suyatmiko, W. (2025). Indeks Persepsi Korupsi 2024: “Korupsi, Demokrasi, dan Krisis Lingkungan.” Transparency International.
Tebuireng, R. (2017, April). MEMADUKAN INDONESIA DAN ISLAM. Tebuireng: Media Pendidikan Dan Keagamaaan, 1–2.
Umarhadi, Y. (2022). Hakikat Manusia Pancasila Menurut Notanagoro dan Drijakara (R. de Lima, Ed.). PT Kanisius.
Wahyuni, D. (2024). Agama-Agana Lokal di Indonesia (A. Sabna, Martalia, & I. Halim, Eds.; I). Nas Media Indonesia.
Woi, A. (2009). Posisi Tuhan Dalam Masyarakat Majemuk: Upaya Memaknai Dasar Sila Pertama Pancasila. In M. Mali (Ed.), Perjumpaan Pancasila dan Kristianitas: Reposisi Relasi Negara dan Agama dalam Masyarakat Plural (pp. 65–102). Lamalera.
Yewangoe, A. A. (2020). Kajian Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Dari Perspektif Kesetaraan Agama-Agama. In A. Usman, P. Hastuti, & H. Givari (Eds.), Ketuhanan dalam Bingkai Pancasila: Perspektif Lintas Iman (pp. 1–20). Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









