Manajemen Ekstrakurikuler Pramuka dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP)
DOI:
https://doi.org/10.58192/populer.v5i2.5023Keywords:
Extracurricular Activities, Junior High School, Management, Scouting Extracurricular, Student DisciplineAbstract
This study aims to describe and analyze the management of Scouting extracurricular activities in improving student discipline at SMP Negeri 6 Purwakarta. This study employed a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation studies, with research subjects consisting of the principal, vice-principal of student affairs, scouting coaches, guidance and counseling teachers, and students who are members of Scouting. Data analysis used the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that the management of Scouting extracurricular activities had been implemented through the functions of planning, organizing, actuating, and controlling in accordance with George R. Terry's theory. Scouting activities have a positive influence on improving student discipline, especially in the aspects of punctuality, compliance with school rules, responsibility, and cooperation. Nevertheless, there are still obstacles in the form of a limited number of coaches and the low awareness of some students in participating in Scouting activities.
References
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Gerakan Pramuka. (n.d.). Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
Arifin, Z. (2020). Manajemen kedisiplinan peserta didik berbasis nilai-nilai Islam. Jurnal Manajemen Pendidikan, 14(1), 89–102. https://doi.org/10.58988/jab.v1i1.3
Fayol, H. (1949). General and industrial management. Sir Isaac Pitman & Sons Ltd.
Hasibuan, M. S. P. (2016). Manajemen: Dasar, pengertian, dan masalah. Bumi Aksara.
Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 07/KN/76 tentang Syarat Kecakapan Umum (SKU). (1976).
Mulyasa, E. (2013). Manajemen pendidikan karakter. Bumi Aksara.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah. (2014).
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pakaian seragam anggota Gerakan Pramuka. (2014).
Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah. (2024).
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan pendidikan karakter. (2017).
Rahmawati, A. (2021). Perencanaan program kerja gugus depan Pramuka di tingkat SMPN Kabupaten Purwakarta. Conference Proceedings UNINUS, 3(1), 210–223.
Sauri, R. S., Wasliman, I., Fatkhullah, F. K., & Khori, A. (2022). Management of character education based on local wisdom. Nidhomul Haq: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(1), 73–91. https://doi.org/10.31538/ndh.v7i1.1998
Sauri, S. (2010). Membangun karakter bangsa melalui pembinaan kedisiplinan. Rizqi Press.
Siagian, S. P. (2014). Fungsi-fungsi manajerial. Bumi Aksara.
Terry, G. R. (2019). Prinsip-prinsip manajemen (D. F. Smith, Penerj.). Bumi Aksara.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. (2010).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2003).
Utami, R. (2023). Strategi pembina Pramuka dalam membentuk disiplin intrinsik peserta didik penggalang. Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 11(2), 134–145.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









