Bukti-Bukti Terjadinya Evolusi Berdasarkan Studi Literatur

Authors

  • Winarti Tiningsih Universitas Tama Jagakarsa
  • Riana Wulandari A Universitas Tama Jagakarsa
  • Endang Suprapti Universitas Tama Jagakarsa

DOI:

https://doi.org/10.58192/populer.v5i2.4560

Keywords:

Child Marriage, Judicial Consideration, Marriage Dispensation, Marriage Law, Minimum Marriage Age

Abstract

Child marriage remains a legal and social issue in Indonesia despite the enactment of Law Number 16 of 2019, which sets the minimum marriage age at 19 years. This study aims to analyze the regulation of underage marriage requirements and the judges’ considerations in granting marriage dispensation in the Decision of the Depok Religious Court Number 0094/Pdt.P/2020/PA.Dpk. The research method used is normative legal research with a descriptive qualitative approach, utilizing secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials analyzed systematically. The results indicate that although positive law has established a minimum marriage age, the existence of a dispensation mechanism creates loopholes that contribute to the persistence of child marriage practices. In the examined case, the judge granted the dispensation by considering juridical, social, and benefit aspects to prevent greater harm. Therefore, the judicial decision reflects not only legal certainty but also justice and utility for the parties involved.

References

Arifin, Z., & Rahman, A. (2022). Analisis yuridis penetapan dispensasi nikah pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Jurnal Hukum Keluarga, 5(2), 112-125.

Fadilah, N. (2021). Dampak pernikahan dini terhadap ketahanan keluarga: Perspektif hukum dan sosiologi. Jurnal Sosiologi Hukum, 3(1), 45-58.

Hidayat, M., & Sari, I. P. (2023). Pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan dispensasi kawin karena alasan mendesak. Al-Hukama: The Indonesian Journal of Islamic Family Law, 13(1), 22-38.

Isnaeni, M. (2016). Hukum perkawinan Indonesia. Bandung: Refika Aditama.

Kahfi, R. A., & Lesmana, C. T. (2023). Tinjauan pernikahan dini menurut undang-undang perkawinan terhadap keharmonisan rumah tangga. Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains, 2(1), 69.

Marzuki, P. M. (2013). Penelitian hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Nuryayi, D., & Karmila, W. (2023). Penerapan Undang-Undang No. 16 Tahun 2019. Jurnal Hukum Keluarga Islam As-Sakinah, 1(1), 19.

Pengadilan Agama Depok. (2020). Penetapan dispensasi perkawinan Nomor 0094/Pdt.P/2020/PA.Dpk.

Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 22/PUU-XV/2017 tentang batas usia perkawinan. (2017).

Republik Indonesia. (1974). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan.

Republik Indonesia. (2019). Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan.

Soekanto, S., & Mamudji, S. (1990). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Jakarta: Rajawali Press.

Suhadi, S., Baidhowi, B., & Wulandari, C. (2018). Pencegahan meningkatnya angka pernikahan dini dengan inisiasi pembentukan kesadaran hukum. Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia, 1, 34.

Tutik, T. T. (2006). Pengantar hukum perdata di Indonesia. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.

Widyastuti, R., & Susanti, E. (2024). Perlindungan hak anak dari praktik perkawinan di bawah umur di Indonesia. Jurnal HAM dan Hukum Keadilan, 6(2), 89-104.

Downloads

Published

2026-06-20

How to Cite

Winarti Tiningsih, Riana Wulandari A, & Endang Suprapti. (2026). Bukti-Bukti Terjadinya Evolusi Berdasarkan Studi Literatur. Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa, 5(2), 130–141. https://doi.org/10.58192/populer.v5i2.4560